Bahaya Junk Food
19.29
Hai
para ibu, di era yang makin canggih dan modern ini, banyak sekali ditawarkan
berbagai jenis makanan untuk si kecil dipasaran. Salah satunya yang menjadi
primadona adalah junk food. Junk food ini sering menjadi pilihan para ibu
karena disukai oleh si kecil, mudah didapat dan proses memasaknya mudah. Namun tahukah
anda bahaya junk food yang mengintai si kecil anda?
Junk food atau makanan rendah gizi adalah istilah yang
dinisbatkan kepada makanan berkalori tinggi yang berasal dari lemak, gula, dan
karbohidrat tetapi rendah nutrisi. Junk
food biasanya makanan yang mengandung lemak
jenuh yang tinggi, garam, atau gula, dan buah sedikit atau tidak ada sayuran,
tetapi rendah nutrisinya rendah vitamin, mineral dan juga serat. Karena
rendah dalam kandungan nutrisi, makanan jenis ini tidak banyak manfaatnya bagi
kesehatan hanya sekedar mengenyangkan dan memberikan sensasi rasa yang enak. WHO atau World
Health Organization di bawah naungan PBB secara serius membahas mengenai
buruknya makanan junk food ini dan organisasi tersebut mengkatagorikan menjadi 10
golongan yang termasuk ke dalam makanan junk foodyaitu:
1. Makanan
kalengan, makanan yang dikemas dalam kaleng biasanya seperti buah-buahan
atau daging, makanan kaleng menjadi tidak sehat karena setiap makanan kaleng
biasanya mengandung bahan pengawet yang tidak baik bagi kesehatan, bukan hanya
itu kandungan gizi dan nutrisi menjadi berkurang.
2. Makanan
gorengan, biasanya makanan gorengan mengandung kalori dan lemak atau minyak
yang tinggi, sehingga dapat mengakibatkan kegemukan dan sakit jantung koroner,
serta dalam proses meggoreng terjadi zat karsiogenik yang memicu terjadinya
penyakit kanker.
3. Makanan
daging yang diproses, sosis, ham dll merupakan makanan daging yang telah
diproses, mengandung bahan pewarna dan pengawet yang dapat mengganggu lever
atau hati,dalam ham terkandung kadar natrium yang tinggi berakibat gangguan
tekanan darah dan ginjal,selain itu juga dapat memicu penyakit kanker
dikarenakan makanan tersebut mengandung kandungan garam nitrit.
4. Mie
Instant, mie instant mengandung bahan pengawet yang tidah baik bagi
kesehatan, kadar garam di dalam mie instant dapat menyebabkan beratnya beban
ginjal, meningkatkan tekanan darah serta mie instan juga mengandung trans lipid
yang mengakibatkan gangguan di pembuluh darah jantung.
5. Makanan
yang dibakar atau dipanggang, makanan yang dipanggang atau dibakar dapat
mengakibatkan makanan menjadi gosong dan zat yang terjadi dapat memicu
terjadinya penyakit kanker.
6. Keju
Olahan, terlalu sering mengkonsumsi keju olahan mengakibatkan meningkatnya
berat badan dan meningkatnya gula darah.
7. Makanan
asinan, proses pengasinan makanan membuat kadar garam di dalam makanan
menjadi tinggi sehingga memberatkan proses kerja ginjal dan beresiko terkena
hipertensi serta berpengaruh terhadap lambung dan usus menjadi iritasi dan
meradang.
8. Makanan
manisan kering, makanan ini mengandung garam nitrat dan bila dalam tubuh
bergabung menghasilkan zat karsiogenik dan juga mengandung esen segai tambahan
sehingga dapat merusak fungsi hati, serta kadar garam yang tinggi beresiko
terkena tekanan darah tinggi dan juga memberatkan proses kerja ginjal.
9. Makanan
manis beku, ice cream, cake beku dll termasuk di dalam golongan ini,
makanan ini mengandung mentega tinggi sehingga bisa mengakibatkan obesitas dan
kadar gula yang tinggi dapat mengakibatkan berkurangnya nafsu makan.
10. Makanan dengan
daging berlemak dan jerohan, makanan ini mengandung lemak jenuh dan
kolesterol yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner, kanker usus
besar, kanker payudara.
Makanan junk food mungkin lebih banyak efek
negatifnya namun bukan berarti anda tidak boleh memakannya sama sekali, mungkin
anda dapat memakannya 2 atau 3 kali dalam sebulan, lebih baik menjaga daripada
menyesal dikemudian hari bukan?
Bahaya Junk Food:
§ Junk Food Merusak
Sel-sel Otak
Bahaya Junk Food, Para ahli di
Amerika Serikat kembali memperingatkan bahaya kebiasaan rutin menyantap makanan
sampah atau junk food. Menurut riset terbaru, makanan dengan
kandungan lemak tinggi, tetapi nilai gizi nol ini dapat merusak sel-sel dalam
otak yang mengendalikan berat badan, dan memicu siklus obesitas. Temuan
ini juga memberikan penjelasan mengapa orang yang kegemukan begitu sulit menurunkan
berat badan.
§ Junk
Food Memicu Depresi
Bahaya Junk Food, Mengonsumsi
makanan yang mengandung lemak trans yang tinggi bukan hanya membuat seseorang
terancam sakit jantung, namun juga meningkatkan risiko mengidap depresi,
demikian hasil kajian ilmuwan di Spanyol. Lemak trans (trans fat) adalah
jenis lemak yang dapat ditemukan pada bentuk artifisial dalam produk-produk
pastri dan makanan cepat saji. Sebagian besar lemak trans disintesiskan secara
artifisial melewati proses kimia yang menambahkan hidrogen ke dalam minyak
sayur. Dalam bahasa sederhana, itu artinya mengubah minyak cair menjadi lemak
padat.
Peneliti dari Universities of Navarra
and Las Palmas de Gran Canaria dalam riset terbarunya
menyatakan lemak trans dapat memicu depresi. Hasil penelitian ini mendukung
hasil beberapa kajian sebelumnya yang mengungkap dampak buruk jenis lemak ini
bagi tubuh. Dalam risetnya, para peneliti memantau dan menganalisa pola
diet dan gaya hidup sekitar 12 ribu partisipan selama 6 tahun. Di awal
penelitian, tak ada satu pun yang didiagnosa mengidap depresi, tetapi di
akhir riset, sebanyak 657 relawan tercatat menjadi pengidap baru.
Masih menurut laporan riset itu, jumlah
pengidap depresi di seluruh dunia saat ini mencapai 150 juta orang dan angka
ini meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini, kata peneliti,
diakibatkan oleh perubahan radikal dari sumber lemak yang diasup
dalam pola diet barat, di mana sejumlah jenis lemak tertentu yang
bermanfaat yakni lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated) dan lemak tak jenuh
tunggal (monounsaturated) pada kacang-kacangan, minyak ikan dan minyak sayur –
digantikan dengan jenis lemak jenuh dan trans-fat yang ditemukan dalam daging,
mentega dan jenis produk lainnya seperti pastri dan fast food.
Bahaya
junk food tidak hanya pada kandungan zat nya melainkan juga dapat menimbulkan
kebiasaan. Anak-anak yang dibiasakan mengonsumsi junk food akan membawa
kebiasaanya sampai dewasa bahkan dapat ditiru oleh putra-putrinya jika nanti
berkeluarga. Oleh karenanya sangat penting mengenalkan makanan sehat kepada si
kecil sedini mungkin. Mulailah dari ayah bunda untuk menerapkan pola makan
sehat agar menjadi panutan bagi si kecil.
Makanan junk food atau rendah gizi cenderung menimbulkan
ketergantungan karena komposisinya banyak mengandung gula dan lemak, bahan makanan lemak dan gula yang menimbulkan rasa gurih dan enak
di mulut sehingga banyak disukai anak-anak. Mengenalkan sedini mungkin pola
makan sehat dan membatasi konsumsi junk food adalah salah satu cara membiasakan
si kecil untuk tidak terjebak kenikmatan junk food yang tidak sehat.
Tips
mengatasi anak yang sudah terbiasa dengan junk food
1.
mulai dari ayah bunda, jangan biasakan menyimpan junk food di tempat yang bisa
diakses si kecil. Berikan contoh yang baik dari ayah bunda dalam hal menerapkan
pola makan sehat. Jika belum bisa dihentikan, batasi konsumsi junk food dan
substitusi dengan makanan sehat sejenis.
2.
sampaikan pada keluarga besar untuk tidak membawa oleh-oleh junk food ketika
berkunjung kerumah. Berikan edukasi kepada mereka akan bahaya junkfood bagi
kesehatan.
3. Berkreasi dengan menu makan si kecil, percantik tampilan makanan agar mereka tertarik untuk mengkonsumsi
makanan sehat yang bunda buat. Sesuai dengan level pemahaman si kecil,
sampaikan bahwa makanan-makanan berkategori junk food tidak bagus untuk
kesehatan dan dapat menyebabkan mereka sakit.




0 komentar